Sore itu tepat pukul 15:00 wib, akan ada sparing basket di sekolah. Afta datang lebih awal dari yang lain. Sparing basket terakhir untuk murid kelas 3 dan sepertinya , mimpi afta untuk sparing basket dengan sekolah naga akan segera tercapai. Naga adalah orang yang setiap harinya ada dalam pikiran afta, naga juga sahabat afta sejak SMP.
“ tuhan aku gak punya banyak waktu untuk merasakan semua keindahanmu.tapi aku mohon, izinkan aku menjadi yang terbaik untuk naga. kali ini saja ”
* * *
Keringat afta berjatuhan membasahi baju basketnya yang ringan, napasnya tersengal berkejaran. Afta duduk di tribun penonton yang paling bawah sambil menyeka keringatnya dengan handuk kecil, di sampingnya ada cerry.
Pertandingan selesai untuk tim putri, sekarang sedang berlangsung pertandingan tim putra.
“naga gak ada!” kata afta lirih dengan mata berair, dadanya terasa sangat sesak. Bukan karma dia sulit mengatur napasnya akibat lelah, tapi rasa sakit tak beraturan yang terus menerjang jantungnya hingga dia sulit bernapas.
Tubuh afta gemetar, keringatnya dingin seketika, dan wajahnya pucat. Hari ini afta memang mengeluarkan extra tenaganya untuk bermain. Biasanya afta Cuma main 2 kuarter tapi sekarang 4 kuarter, itu karena awalnya afta emank antusias banget, gimana gak?? 2 tahun selama masa jabatannya sebagi ketua basket, selalu bermimpi naga akan melihatnya sparing, dan sekarang, ketika kesempatan itu datang, naga gak ada !!!.
Sejak kelas 2 SMP afta emank punya perasaan lebih sama naga, naga juga tau soal itu, bahkan naga juga sempat membalas perasaan afta. cuman mereka gak punya status. Mereka sama – sama belum siap untuk mengutarakannya. sampai akhirnya, naga jadian sama adik kelas afta yang bernama Gina. Dari pertama masuk sekolah, Gina langsung di nobatin jadi “ most beautiful girl ” sayangnya dia itu “ cewe bensin ” ialah cw yang ngeliat cowo Cuma dari motor or mobilnya doank, ALIAS MATRE!!! Jazz merah naga juga sering kelihatan di depan sekolah Cuma buat naik turunin si Gina itu. Sejak jadian sama Gina naga jadi berubah. Komunikasi antara naga dan afta juga putus gitu aja. Selain gak pernah lagi nemuain afta, naga juga ganti nomer hp akibatnya selama satu tahun lebih, afta Cuma bisa berimajinasi tentang naga.
Pertandingan team cowo lebih seru dari tim cewe, suara teriakan penonton juga terdengar lebih keras. Di tengah riuh suara, tiba-tiba afta AMBRUK!!!
* * *
“ ta, pihak sekolah udah mengijinkan kamu buat istirahat ” ujar mama afta sewaktu di rumah sakit.
“ ma, afta masih mo sekolah. Afta masih kuat ko ma. Afta janji akan makan yang banyak biar tetap sehat. Afta masih mau maen basket, mo liat cerry, ichal, guru-guru di sekolah,teman-teman afta, afta juga masih nunggu kesempatan terakhir buat ngobrol sama naga. ” ujar afta bersemangat.
“ kalo kamu emang mau naga temenin kamu disini.mama bisa panggil dia ”
“ Jangan ma!!! … kalo kayak gitu caranya afta juga bias lakuin sendiri.tapi yang afta mau bukan itu. Biarin aja naga datang dengan keinginannya sendiri. Satu lagi ma, jangan sampe naga tau apapun tentang afta. Afta gak mau naga deketin afta Cuma karma kasihan.”
“ yaudah,terserah kamu aja. Besok mama akan bilang ke kepala sekolah kamu kalo kamu masih mau masuk sekolah. ”
* * *
Afta menutupi wajahnya yang pucat dengan sedikit make up. Hari ini afta benar-benar berhasil membuat seisi sekolah menganga dengan mata terbelalak. Semua orang tau selama ini afta gak pernahmelepas ikat rambutnya, penampilannya selalu berantakan, asal-asalan, dengan gaya semaunya, tapi kali ini dia beda banget, afta kelihatan lebih anggun dengan rambut panjangnya yang terurai rapi, sedikit lip ice membuat bibirnya agak berwarna pink, wajah afta terlihat sangat bersinar seperti terbias oleh cahaya matahari. Hanya dalam waktu 24 jam afta sanggup merubah dirinya sampai 1800.
hari ini afta telah memberikan kesejukan pada setiap orang di sekolah. Hampir semua orang di sapanya dan di berikan senyuman. Baik yang dikenal, maupun enggak. Afta berubah menjadi pelangi, fatamorgana, mercusuar, embun pagi, dan bintang dalam auriga, membuat seisi sekolah terasa lebih hidup dari biasanya. Dan sepulang sekolah, selama satu jam lebih afta duduk di depan ring basket, kedua tangannya menyangga kesamping, tatapannya tajam menghunus kearah papan pantul, beberapa saat kemudian afta berbaring di lapangan basket yang licin itu. Senyap, hening,tanpa suara apapun. Sesaat kemudian terdengar suara langkah kaki berdecit. Semakin dekat menuju ke arah afta.
“ ta… gw baru aja tau dari ichal kalo kemarin lo masuk rumah sakit. Sorry kalo selama ini gw jauh dari lo. Gw pikir dengan cara itu gw bisa ngilangin perasaan ini, ternyata enggak. Malah, semakin gw jauh dari lo, rasa ini semakin bertambah. Kalo aja ichal gak cerita keg w mungkin gw gak pernah tau kalo jadian sama Gina udah bikin perasaan lo sakit.”
“ … “ afta diam.
“ ta. sekarang lo liat gw !!! buka mata lo, dan ungkapin apa yang lo rasain selama ini “
“ … … … “ afta masih aja diam gak berkutik.
“ ayo donk ta, kapan lagi ??? di detik-detik terakhir kayak gini gw udah gak bisa nunggu lagi buat mastiin perasaan gw !!! please, jangan bikin gw bingung “ kata naga yang semakin gusar karma afta belum juga mau menjawab semua kata-katanya. Naga coba mendekat, ternyata cairan darah kental keluar dari hidung dan telinga afta, Mengalir … menelusuri setiap jenjang lehernya.
* * *
Saat ini, mendung berada tepat di atas rumah afta. Pemakaman telah usai sejak beberapa jam yang lalu, tapi naga belum juga mau beranjak dari rumah duka.
“ manusia gak akan pernah tau kapan dia mati, tapi yang harus diketahui adalah apa yang harus dia lakukan dikehidupan selanjutnya. Lupain afta naga, tante juga sudah ihklas kalaupun afta harus gak ada. Ini !!! titipan terakhir dari afta. Tolong jaga baik-baik, tante gak akan pernah kuat menyimpan barang-barang afta di rumah ini “ ujar mama afta seraya menyodorkan sebuah buku merah dan kotak kecil pada naga.
Naga langsung kembali mengemudikan mobilnya menuju pemakaman yang sudah sepi. Gerimis turun kecil-kecil, nyaris gak terasa, tapi sanggup membuat udara disekitarnya lembab. Di tanah pemakaman afta yang masih basah, naga membuka lembar pertama dari buku yang baru saja diterimanya
Dreams she_cut3
Gak pernah kubayangkan penyakit ini akan bersarang di tubuhku. Tapi itu semua gak akan sanggup untuk menghancurkan harapanku pada naga. Basket dan naga adalah dua hal besar yang mampu menyangga hidupku yang rapuh. Mungkin aja suatu saat nanti raga ini akan mati, tapi rasa terbesar yang tiba-tiba menyelinap masuk ke dalam hatiku ini akan selalu hidup untuk naga.
Sekelebat bayangan afta lewat di belakang naga. Tapi begitu naga menoleh, maka secepat kilat bayangan afta hilang untuk selama-lamanya.
THE END
LUCKY INDRASWARI.Doc
CAMEO BLOODY
Tidak ada komentar:
Posting Komentar